Langsung ke konten utama

Relevansi Jihad antara pedang atau pena?



Tertarik dengan teks sebuah hadits marfu' yang berbunyi:
كل شرط ليس في كتاب الله عز وجل ولو كان مئة شرط فهو باطل



“Semua syarat yang tidak terdapat dalam Kitab Allah 'Azza wa Jalla sekalipun seratus syarat, maka ia adalah bathil"

Setelah mengikuti ramainya media terkait berdirinya Daulah Islamiyyah di Irak, berbagai kelompok Islam yang dahulunya satu suara mengkampanyekan persatuan Islam dan tegaknya Syari'at Islam, bahkan penegakan Syariat Islam itu telah dijadikan alasan mereka untuk mengkafirkan, menthoghutkan dan menumpahkan darah para penentangnya, tiba tiba satu sama lain saling membantah,saling menanyakan identitas, saling membebaskan diri terlibat dengan kelompok proklamator daulah islamiyyah, bahkan menentangnya.

Adu argumen yang isinya saling menjegal, menunjukkan bahwa sebenarnya mereka miskin konsep dengan persoalan yang dihadapinya, ternyata mereka hanya memiliki nukilan nukilan dari Ulama yang Ulama sendiri juga berselisih didalamnya.

Tetapi sebelum konsep itu matang, mereka telah terlanjur bertindak sendiri sendiri dengan pola pergerakan yang berbeda pula.

Ada yang mengkafirkan sistem dunia dengan frontal, ada yang menyerang kelompok yang dianggap sesat, ada yang menyusup dalam sistem yang sebenarnya telah dianggap kafir, ada yang dengan menjilat ketiak raja, dan berbagai macam tindakan yang ekstrim, seperti mengebom tempat ibadah, mengobrak abrik tempat maksiyat dll.

Sebenarnya adakah didalam Al Quran syarat berjihad itu, bagaimana syarat mengangkat komandan perang, prajurit, dan apa syarat sahnya seorang yang akan diangkat sebagai Amir atau Kholifah?

Sepertinya inilah yang memang sangat difahami oleh pengadu jangkrik itu, mereka sengaja memunculkan issu issu sensitif, mereka tahu ikatan emosioanal persaudaraan Islam sangat mudah diledakkan, namun mereka juga tahu jika dalam Islam sangat abstrak dalam menciptakan alasan pergerakan kedaulatan Islamiyyahnya.

Mereka tahu dasar sebuah hukum yang nantinya akan diberlakukan dalam kedaulatannya memang debateble, dan dalam kesempatan itulah mereka akan sangat leluasa untuk menciptakan fanatisme pemimpin idolanya, dengan demikian, dunia Islam tidak akan pernah tentram selamanya, akan selalu ada pemberontak yang menggunakan nama nama mulia, pergerakan yang mengatas namakan kebenaran, tindakan yang menginjak nama Nabinya, dan sikap yang berlindung dibalik Nama Tuhan.

Diantara pendapat Ulama yang sedang sedang saja adalah pendapat Wahbah Zuhaili dalam Fiqhul Islami wa Adillatuh

فـَالْـجِـهَــادُ يَـكُــوْنُ بـِالـتَّـعْـلِـيْــمِ وَتـَـعَــلُّـــمِ أَحْــكـَـامِ الإْسْــلاَمِ وَنَــشْــرِهـَـا بَـيْـنَ الــنَّــاسِ وَبِـبَــذْلِ الْــمَـالِ وَبـِالْـمُـشَــارَكـَـةِ فِـي قِــتـَـالِ الأَعْـــدَاءِ إِذَا أَعْــلَــنَ الإِمَــامُ الْـجِـهَــادَ ، لِـقـَـوْلـِـهِ تـَـعـَـالَـى : " جـَـاهِــدُوا الْـمُـشْــرِكِـيْــنَ بِـأَمْــوَالِــكُــمْ وَ اَنْـفُـسِــكُــمْ وَأَلْـسِــنَــتِــكُـــمْ "

 Jadi jihad bisa dilakukan dengan cara mengajar, mempelajari hukum-hukum Islam dan menyebarluaskannya, membelanjakan harta dan berpartisipasi berperang menghadapi musuh apabila imam / pimpinan telah meninstruksikan jihad (perang), karena berdasar firman Allah swt (artinya) :
"Perangilah orang-orang musyrik dengan harta kalian, jiwa kalian dan lesan kalian".

untuk Iraq yang sudah tercabik cabik dengan kepentingan barat dan banyak firqoh firqoh islam yang saling bertikai rasanya tidak mungkin menegakan islam dengan jalan mengangkat senjata. kembalikanlah kejayaan ilmu pengetahuan di baghdad seperti masa lampau niscaya Alloh akan memberikan kedamaian.


Wahai Saudaraku yang dikaruniai ketajaman hati dan pikiran cerdas, ketahuilah: Islam tidak akan pernah berjaya,Islam akan selalu menjadi permainan yang mengasyikkan, jika pengikutnya tidak memiliki toleransi dengan hal hal yang menjadi perdebatan, dan tidak komit dengan hal hal yang telah disepakati bersama.

Kejayaan Islam itu ada pada kesederhanaan hidup seperti zaman Nabi dan para Sahabatnya, tidak pada kemewahan dunia seperti setelahnya.

Postingan populer dari blog ini

Mesir Siap Kerja Sama Dengan Pemerintah Suriyah

Terkait konflik Suriah, senada dengan arah kebijakan Rusia, pihak Nasionalis Mesir kini telah mengutarakan kesiapannya untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah. “Cerita lama bersemi kembali” Setelah rilis 22 November 2013, seiring dengan bahwa hubungan antara Mesir dan Rusia belakangan ini dikatakan telah menuju awal yang baru, dimana sekali lagi Kairo dan Moskow memutuskan bahwa hubungan di antara mereka memiliki dampak tak terbantahkan dan akan membangun kembali hubungan Rusia dengan seluruh dunia Arab seperti saat perkembangan yang dihasilkan dari hubungan Mesir-Soviet di era mantan Presiden Gamal Abdel Nasser, - kondisi terkini adalah; http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2013/11/egypt-russia-ties-us-implications.html 15 Januari 2014 Partai Demokratik Mesir Nasserist Party dan gerakan nasionalis lainnya telah mengumumkan kesiapan mereka untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah dalam perang melawan militan dukungan pihak asing. Sumber...

Waspada!, Efek domino perang Suriyah sampai ke Indonesia.

Jakarta   - Polisi berhasil melumpuhkan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2014) . Dari hasil penggerebekan, seorang terduga teroris bernama Dayat alias Daeng tewas saat berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Ia ditembak mati oleh petugas karena berusaha melawan. Sementara 5 orang rekan Dayat tewas di dalam rumah itu. Mereka ditemukan berkumpul dalam ruang tamu yang berlokasi di sisi paling depan. Kini keenam jenazah terduga teroris yang tewas tersebut telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati. Sementara Nurul Haq, salah satu terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan berencana pergi ke Suriah untuk bergabung bersama front jihad pemberontak Suriyah. Hal ini terungkap setelah Kapolri,Jendral Sutarman membeberkan data rencana Nurul Haq pergi ke Suriyah. "Kita dalam pengungkapan dokumen bahwa Nurul Haq akan berjihad ke Suriah," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Jakarta, Kamis (2/1/2014). Menurut Sutarman, ren...

Bid'ah dan muslihatnya..

Bid'ah dengan bermacam definisi, penafsiran dan penjelasannya tidak akan pernah mencapai kata sepakat sampai kiamat. Akan kalian dapati seorang Ulama dalam Madzhab apapun yang dalam kasus baru beliau mengatakan bid'ah, namun dalam kasus baru yang lain menganggapnya sunnah atau makruh, atau mubah. Bid'ah itu jelas jelas ada, Rosulullah sendiri yang menyabdakan, tetapi definisi dan penafsiran tentang itu adalah bid'ah juga, Rosulullah sendiri tidak pernah memberi definisi dan penafsiran bid'ah, Sahabat dan Tabi,in juga tidak. Memperdalam dan suka membincangkan bid'ah akan menjerat kaum Muslimin dalam lubang kegelapan, kaum Muslimin akan tertelan dalam pusaran pertikaian, permusuhan dan bahkan pertumpahan darah. Agaknya alam gelap itulah yang memang dikehendaki oleh Musuh musuh Islam lewat kaum yang disebut "Dajjalun" agar kaum Muslimin tidak sempat memikirkan dan menyusun cara keluar dari panggung penindasan mereka. Bahkan kaum Muslimin tida...