Langsung ke konten utama

agar indonesia tidak menjadi suriyah...!


Tak ada yang menginginkan peperangan. Peperangan selalu menyisakan kesedihan, air mata, dendam, kekacauan sosial, politik, dan ekonomi yang bisa jadi meninggalkan dampak tahunan bahkan puluhan tahun. Libya misalnya, Negara yang dahulu sempat menjadi Negara kaya dengan hutang luar negeri sebesar nol digit ini kini tengah tertatih untuk bangkit secara politik dan ekonomi yang masih menggantungkan pendapatanya dari sektor eksprolasi minyak dan terkesan menjadi ajang “bagi bagi kue” oleh Negara Negara Uni Eropa, mengingat Uni Eropa mengeluarkan dana tidak sedikit untuk mendukung pihak pemberontak dalam misi menggulingkan rezim khadafi.

Selain perang Libya, kita tentu belum lupa dengan apa yang terjadi pada afganistan, Iraq, dan kini Suriyah. Harusnya dunia termasuk kita, mampu mengambil pelajaran yang dapat dipetik dari sekian rentetan tragedi perang (entah dengan motif apapun) yang telah melayangkan lebih dari satu juta nyawa manusia dalam satu dasawarsa terakhir. Lalu apakah kita sebagai warga Indonesia mau hal serupa terjadi disini, ditanah kelahiran kita?, tempat keluarga dan anak anak cucu kita memperjuangkan mimpi dan cita citanya?.

Setidaknya ada lima poin utama agar tragedy semacam itu tidak terjadi disini :

Pertama, ciptakan iklim politik yang sehat. Bagaimanapun dan dimanapun, system politik yang kuat sangat dibutuhkan dinegara manapun. Politik yang sehat adalah politik yang eskalasinya berjalan secara merata mulai lingkup individu hingga tingkat tampuk kepemimpinan tertinggi. Dengan kondisi politik yang  sehat (apapun system politik yang dianut suatu Negara), sebuah komunitas yang terstruktur menjadi sebuah Negara akan mampu mendayagunakan system perpolitikanya untuk kepentingan kebaikan bersama sebuah Negara, dan otomatis jika sebuah iklim politik yang sehat telah tercipta maka ini akan bias meminimalisir potensi gesekan politik.

Lalu bagaimana langkah nyata kita sebagai sebuah individu suatu Negara agar mendorong terciptanya sebuah system politik yang sehat?. Yaitu dengan menjalankan prinsip utama politik, yaitu Jujur dan Adil. Dengan kedewasaan berpolitik mulai dari lingkup individu yang mengaplikasikan prinsip prinsip kejujuran dan keadilan, diharapkan akan membentuk sebuah masyarkat, partai politik, lalu politik makro sebuah Negara menjadi sehat, bersih, dan bermanfaat berdayaguna lebih untuk menciptakan sebuah Negara yang lebih baik.

Kedua, pemerataan pembangunan ekonomi. Indonesia Sebagai bangsa yang besar yang artinya juga memiliki potensi konflik yang lebih besar disbanding Negara Negara kecil lainya, tidak bisa tidak harus menganut prinsip yang kedua ini jika menginginkan keutuhan negaranya, yaitu keadilan dan pemerataan pembangunan ekonomi. Ekonomi adalah salah satu aspek terpenting didalam suatu komunitas atau suatu Negara. Maju atau tertinggalnya suatu Negara umumnya ditentukan dari barometer pembangunan ekonominya. Negara dengan ekonomi yang buruk memiliki potensi terjadinya konflik lebih tinggi dianding dengan Negara Negara dengan ekonomi yang lebih baik. Namun jika kemajuan pembangunan ekonomi tidak didasarkan pada asas keadilan dalam pemerataan pembangunanya maka potensi konflikpun akan mudah tersulut, ini seperti menyimpan api dalam sekam.

Ketiga, kepastian hukum. Hukum adalah salah satu tiang utama suatu Negara. Manakala hukum itu berjalan baik maka baiklah suatu Negara dan sebaliknya. Negara Negara dengan eskalasi konflik yang bertubi tubi, dipastikan dimulai dengan hukum dinegara tersebut berjalan ditempat. Konsistensi sebagai Negara dengan dasar Pancasila, Bhineka tunggalika, NKRI, UUD 45 harus sejalan dengan penegakan hukum di masyarakat. Di Negara Negara maju dengan hukum yang berjalan baik bisa dipastikan konflik yang terjadi sangat minim bahkan yang mencapai peperangan dengan mengangkat senjata hampir dipastikan tidak ada. Sementara di Negara dengan hukum yang berjalan tidak baik atau bahkan tidak adil maka potensi konflik yang menjadi nyata hanya tinggal menunggu waktu. Maka kita sebagai sebuah kesatuan Negara harus mengupayakan keadilan hukum seadil adilnya. Jika memang ada ormas yang melanggar norma norma hukum, ya harus ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku taanpa mengabaikan asas asas dan nilai nilai keadilan.

Keempat, tumbuhkan nasionalisme dan ikatan kebangsaan yang kuat. Kita adalah bangsa dengan keragaman budaya dan masyarakatnya sejak dahulu kala. Nenek moyang dan leluhur kita telah biasa hidup berdampingan dalam perbedaan. Dalam diri kita telah tertanam DNA toleransi dan pluralisme. Sebagai bangsa majemuk kita dituntut untuk serasi dan harmoni dalam balutan fitrah Tuhan yang bernama perbedaan. Namun pencapaian makna toleransi tersebut dirasa masih belum mampu menahan laju gesekan konflik seiring dengan perkembangan globalisasi zaman dengan segala problematikanya. Maka sebagai sebuah Negara, Nasionalisme adalah perekat yang paling ampuh. Perasaan memiliki dan tanggungjawab mengemban amanah para pahlawan yang mengorbankan nyawanya untuk kelangsungan negri ini harus terus ditingkatkan. Kesadaran bahwa kita adalah saudara sebangsa, darah kakek buyut kita pernah sama sama tumpah untuk membela negeri ini. Kepalan tangan kita adalah muara mimpi anak anak cucu kita. Semangat kesatuan, Nasionalisme, dan persaudaraan harus selalu kita perkokoh agar bangsa ini, agar kita tidak mudah dibenturkan.

Kelima, ciptakan hubungan luar negeri yang harmonis dan bermartabat. Sebagai sebuah Negara yang bertetangga sengan Negara Negara lainya dalam masyarakat global, kita dituntut untuk mampu menciptakan hubungan luar negeri yang saling menguntungkan baik dari aspek ekonomi, politik, hingga pertahanan dan keamanan.  Sebuah Negara dengan catatan hubungan luar negeri yang buruk akan dengan sendirinya mengundang ancaman keamanan nasional Negara tersebut. Negara Negara “jumawa” laiknya menggali liang kuburnya sendiri. Dimanapun konflik antar Negara pasti merugikan, apapun motif yang mendasarinya. Namun begitu, kita tetap harus menjaga azas azs kewibawaan kita sebagai sebuah Negara. Bukanlah hubungan luar negeri bias dikatakan sehat amankala kita lebih sering dirugikan dalam akta akta kerjasama baik kerjasama dalam segi ekonomi, ilmu pengetahuan, dan militer. Kita hendaknya mampu memposisikan diri sebagai sebuah Negara yang ramah namun juga mampu menjaga martabatnya.
Secara sederhana secara individu suatu Negara dalam kancah pergaulan masyarakat global, hendaknya kita tidak menutup diri dari Negara manapun. Tidak merasa lebih baik maupun merasa lebih rendah dari warga Negara asing manapun. Selalu berkompetisi dalam hal hal positif terutama ilmu pengetahuan dan teknologi. Salam damai, peace for the world for the better place…

Postingan populer dari blog ini

Mesir Siap Kerja Sama Dengan Pemerintah Suriyah

Terkait konflik Suriah, senada dengan arah kebijakan Rusia, pihak Nasionalis Mesir kini telah mengutarakan kesiapannya untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah. “Cerita lama bersemi kembali” Setelah rilis 22 November 2013, seiring dengan bahwa hubungan antara Mesir dan Rusia belakangan ini dikatakan telah menuju awal yang baru, dimana sekali lagi Kairo dan Moskow memutuskan bahwa hubungan di antara mereka memiliki dampak tak terbantahkan dan akan membangun kembali hubungan Rusia dengan seluruh dunia Arab seperti saat perkembangan yang dihasilkan dari hubungan Mesir-Soviet di era mantan Presiden Gamal Abdel Nasser, - kondisi terkini adalah; http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2013/11/egypt-russia-ties-us-implications.html 15 Januari 2014 Partai Demokratik Mesir Nasserist Party dan gerakan nasionalis lainnya telah mengumumkan kesiapan mereka untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah dalam perang melawan militan dukungan pihak asing. Sumber...

Waspada!, Efek domino perang Suriyah sampai ke Indonesia.

Jakarta   - Polisi berhasil melumpuhkan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2014) . Dari hasil penggerebekan, seorang terduga teroris bernama Dayat alias Daeng tewas saat berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Ia ditembak mati oleh petugas karena berusaha melawan. Sementara 5 orang rekan Dayat tewas di dalam rumah itu. Mereka ditemukan berkumpul dalam ruang tamu yang berlokasi di sisi paling depan. Kini keenam jenazah terduga teroris yang tewas tersebut telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati. Sementara Nurul Haq, salah satu terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan berencana pergi ke Suriah untuk bergabung bersama front jihad pemberontak Suriyah. Hal ini terungkap setelah Kapolri,Jendral Sutarman membeberkan data rencana Nurul Haq pergi ke Suriyah. "Kita dalam pengungkapan dokumen bahwa Nurul Haq akan berjihad ke Suriah," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Jakarta, Kamis (2/1/2014). Menurut Sutarman, ren...

Bid'ah dan muslihatnya..

Bid'ah dengan bermacam definisi, penafsiran dan penjelasannya tidak akan pernah mencapai kata sepakat sampai kiamat. Akan kalian dapati seorang Ulama dalam Madzhab apapun yang dalam kasus baru beliau mengatakan bid'ah, namun dalam kasus baru yang lain menganggapnya sunnah atau makruh, atau mubah. Bid'ah itu jelas jelas ada, Rosulullah sendiri yang menyabdakan, tetapi definisi dan penafsiran tentang itu adalah bid'ah juga, Rosulullah sendiri tidak pernah memberi definisi dan penafsiran bid'ah, Sahabat dan Tabi,in juga tidak. Memperdalam dan suka membincangkan bid'ah akan menjerat kaum Muslimin dalam lubang kegelapan, kaum Muslimin akan tertelan dalam pusaran pertikaian, permusuhan dan bahkan pertumpahan darah. Agaknya alam gelap itulah yang memang dikehendaki oleh Musuh musuh Islam lewat kaum yang disebut "Dajjalun" agar kaum Muslimin tidak sempat memikirkan dan menyusun cara keluar dari panggung penindasan mereka. Bahkan kaum Muslimin tida...