Langsung ke konten utama

HAKIKAT KUBURIYUN



Quburiyyun (sering ditulis dengan Kuburiyyun) yang kemudian diartikan oleh Wahhabi/Salafi Indonesia dengan “Penyembah Kubur” itu dialamatkan kepada orang orang yang suka berziyarah dan berwasilah disitu. 

Kalimat itu pertama kali dimunculkan oleh Syaikh Sulaiman bin Samkhan bin Mushlih bin Hamdan bin Musaffar bin Muhammad bin Malik bin ‘Amir Lahir 1267 H – 1349 H dalam kitabnya Kasyful Awham Wal Iltibas. 

Beliau ini seorang Ulama bani Saud yang banyak menulis risalah untuk Raja Abdullah bin Faishol. (sumber Wikipedia) Kalimat itu kemudian menyebar dengan cepat dan banyak dikutip dalam kitab kitab seperti Addurorussaniyah fil Kutubin Najdiyyah, Tholai’us Shufiyyah dan beberapa majalah di Madinah. (Sumber Al Maktabah Syamilah) 

 Tetapi, agaknya Kalimat Quburiyyu itu hanya merupakan Majaz mursal dari kalimat ‘Ubbadul Qubur (Para penyembah Kubur) yang dimunculkan sebelumnya oleh Imam Syaukani seperti dalam kitabnya Fathul Qodir Fit Tafsir ketika menjelaskan ayat ما نعبدهم إلا ليقربونا إلى الله dengan penjelasan khasnya bahwa yang mensifati orang yang berkeyakinan bahwa orang mati yang diziyarahi atau ditawassuli itu mempunyai kemampuan seperti kemampuan yang tidak bisa dimiliki kecuali oleh Allah. 

 Kebanyakan orang orang yang suka melontarkan tuduhannya kepada para peziyarah dan yang berwasilah sebagai penyembah Kubur itu tidak melihat penyebab kekufuran itu terletak pada keyakinan si mayyit yang dalam keyakinannya mempunyai kemampuan seperti kemampuan Allah dalam hal mendatangkan manfa’at dan mudlorrat. Tetapi jika yang berwasilah itu hanya berkeyakinan bahwa si mayyit dan wasilahnya itu hanya salah satu dari sebab saja, hal itu persis yang diungkapkan oleh Mufassir Salafi kesohor Imam Ibnu Katsir sebagai berikut ketika menafsirkan ayat: }وَلَوْ أَنْهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا { “Dan andai saja mereka mendlolimi diri sendiri, kemudian mendatangimu (Muhammad) dan mereka beristighfar kepada Allah dan Rosul memohonkan ampun kepada mereka, maka mereka akan menemukan bahwa Allah Maha penerima Taubat dan Sayang”

 يرشد تعالى العصاة والمذنبين إذا وقع منهم الخطأ والعصيان أن يأتوا إلى الرسول صلى الله عليه وسلم فيستغفروا الله عنده، ويسألوه أن يستغفر لهم، فإنهم إذا فعلوا ذلك تاب الله عليهم ورحمهم وغفر لهم، ولهذا قال: } لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا{ 

 “Allah member petunjuk kepada pendurhaka dan pendosa, ketika mereka terjatuh dalam kesalahan dan kemaksiyatan agar mendatangi Rosulullah, maka mereka memohon ampun kepada Allah, dan juga meminta Rosul memohonkan ampun untuk mereka, maka jika mereka mengerjakan perbuatan yang demikian, Allah akan menerima Taubat mereka, menyayangi mereka, dan mengampuni mereka, dank arena demikian inilah Allah berfirman: لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا ” 

 Kemudian Imam bnu Katsir juga mengutip sebuah peristiwa yang sangat terkenal:

 وقد ذكر جماعة منهم: الشيخ أبو نصر بن الصباغ في كتابه "الشامل" الحكاية المشهورة عن العُتْبي، قال: كنت جالسا عند قبر النبي صلى الله عليه وسلم، فجاء أعرابي فقال: السلام عليك يا رسول الله، سمعت الله يقول: { وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا } وقد جئتك مستغفرا لذنبي مستشفعا بك إلى ربي ثم أنشأ يقول: يا خيرَ من دُفنَت بالقاع أعظُمُه ... فطاب منْ طيبهنّ القاعُ والأكَمُ … نَفْسي الفداءُ لقبرٍ أنت ساكنُه ... فيه العفافُ وفيه الجودُ والكرمُ … ثم انصرف الأعرابي فغلبتني عيني، فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم في النوم فقال: يا عُتْبى، الحقْ الأعرابيّ فبشره أن الله قد غفر له….. تفسير ابن كثير 2 \347 

 “Dan banyak sekelompok Ulama menuturkan, diantaranya adalah: Syaikh Abu Nashor bin Shobagh didalam Kitabnya “Al Syamil” sebuah cerita terkenal dari Imam ‘Uthbi (Ulama Madzhab Hanbali) berkata: Aku duduk didekat Kuburan Nabi Muhammad SAW, maka datanglah orang Kampung kemudian berkata: Salam kepadamu wahai Rosulullah, aku mendengar Allah berfirman: “Dan andai saja mereka mendlolimi diri sendiri, kemudian mendatangimu (Muhammad) dan mereka beristighfar kepada Allah dan Rosul memohonkan ampun kepada mereka, maka mereka akan menemukan bahwa Allah Maha penerima Taubat dan Sayang” dan aku dating kepadaMu sebagai orang yang memohon ampun kedamu (Rosulullah) dengan memohon Syafa’at denganmu kepada Tuhanku, kemudian orang itu berdendang: 

 Wahai sebaik baik orang yang dikubur di tanah, aku mengagungkannya…. 
Maka harumlah orang yang mengharumkan tanah itu dan tanah tinggi 
Diriku menjadi tebusan untuk Kuburan yang engkau mendiaminya 
Didalamnya ada ampunan dan di dalamnya terdapat kemurahan dan pemberian 

 Kemudian orang kampong itupun berlalu, maka kedua mataku memberatkanku, maka aku memimpikan Nabi dalam tidurku, Rasul bersabda: Wahai ‘Uthbi ada Hak untuk Orang Kampung itu, maka gembirakanlah ia bahwa sesungguhnya Allah telah mengampuninya”

Postingan populer dari blog ini

Mesir Siap Kerja Sama Dengan Pemerintah Suriyah

Terkait konflik Suriah, senada dengan arah kebijakan Rusia, pihak Nasionalis Mesir kini telah mengutarakan kesiapannya untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah. “Cerita lama bersemi kembali” Setelah rilis 22 November 2013, seiring dengan bahwa hubungan antara Mesir dan Rusia belakangan ini dikatakan telah menuju awal yang baru, dimana sekali lagi Kairo dan Moskow memutuskan bahwa hubungan di antara mereka memiliki dampak tak terbantahkan dan akan membangun kembali hubungan Rusia dengan seluruh dunia Arab seperti saat perkembangan yang dihasilkan dari hubungan Mesir-Soviet di era mantan Presiden Gamal Abdel Nasser, - kondisi terkini adalah; http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2013/11/egypt-russia-ties-us-implications.html 15 Januari 2014 Partai Demokratik Mesir Nasserist Party dan gerakan nasionalis lainnya telah mengumumkan kesiapan mereka untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah dalam perang melawan militan dukungan pihak asing. Sumber...

Waspada!, Efek domino perang Suriyah sampai ke Indonesia.

Jakarta   - Polisi berhasil melumpuhkan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2014) . Dari hasil penggerebekan, seorang terduga teroris bernama Dayat alias Daeng tewas saat berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Ia ditembak mati oleh petugas karena berusaha melawan. Sementara 5 orang rekan Dayat tewas di dalam rumah itu. Mereka ditemukan berkumpul dalam ruang tamu yang berlokasi di sisi paling depan. Kini keenam jenazah terduga teroris yang tewas tersebut telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati. Sementara Nurul Haq, salah satu terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan berencana pergi ke Suriah untuk bergabung bersama front jihad pemberontak Suriyah. Hal ini terungkap setelah Kapolri,Jendral Sutarman membeberkan data rencana Nurul Haq pergi ke Suriyah. "Kita dalam pengungkapan dokumen bahwa Nurul Haq akan berjihad ke Suriah," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Jakarta, Kamis (2/1/2014). Menurut Sutarman, ren...

Bid'ah dan muslihatnya..

Bid'ah dengan bermacam definisi, penafsiran dan penjelasannya tidak akan pernah mencapai kata sepakat sampai kiamat. Akan kalian dapati seorang Ulama dalam Madzhab apapun yang dalam kasus baru beliau mengatakan bid'ah, namun dalam kasus baru yang lain menganggapnya sunnah atau makruh, atau mubah. Bid'ah itu jelas jelas ada, Rosulullah sendiri yang menyabdakan, tetapi definisi dan penafsiran tentang itu adalah bid'ah juga, Rosulullah sendiri tidak pernah memberi definisi dan penafsiran bid'ah, Sahabat dan Tabi,in juga tidak. Memperdalam dan suka membincangkan bid'ah akan menjerat kaum Muslimin dalam lubang kegelapan, kaum Muslimin akan tertelan dalam pusaran pertikaian, permusuhan dan bahkan pertumpahan darah. Agaknya alam gelap itulah yang memang dikehendaki oleh Musuh musuh Islam lewat kaum yang disebut "Dajjalun" agar kaum Muslimin tidak sempat memikirkan dan menyusun cara keluar dari panggung penindasan mereka. Bahkan kaum Muslimin tida...