Selamanya Israel tidak akan pernah tenang dengan adanya ketentraman di sekitarnya karena mereka datang dengan cara merampas hak milik orang lain. Karena itu, mereka akan selalu dibayang-bayangi ketakutan akibat ulahnya sendiri yang menentang prinsip dasar kemanusiaan.
Dengan memanfaatkan libido Jihadnya kaum bodohnya ummat islam, mereka akan selalu melancarkan jihad jihad palsu disekitar Negaranya, mulai dengan issu sekterian, penegakan Khilafah, Penegakan Syari'at dan lain sebagainya, jika misalnya kebetulan pada wilayah negara sasaran tersebut baru ada percikan masalah madzhab sekecxil apapun, mereka akan dengan lihai memanfaatkannya menjadi konflik yang meluas seantero propinsi dsan negara.
Setelah revolusi berkobar, tujuan utama jihad mereka akan dibiarkan menggantung dengan cara melahirkan problem problem baru, yang paling menonjol adalah pertikaian siapa yang memimpin setelahnya.
Dan memang para jihadis itu sendiri membuka peluang begitu besar untuk masuknya issu issu egoisme kebenaran.
Kita taruh saja masalah Lebanon, setelah mereka berhasil menumbangkan pemerintah atas nama Jihad fisabilillahnya, konsep untuk mendirikan pemerintahan yang syar,i tidak kunjung dirumuskan, alih alih melanjutkan perjuangan demi keamanan dan kesejahteraan rakyat, mata jalang mereka akan segera tertarik kembali dengan jihad yang menjajnjikan banyak bidadari di negara lain.
Dalam Pertempuran Al Qusair yang kemudian akan melahirkan fatwa baru, dimana dalam pertempuran perebutan kekuasaan itu merupakan keterlibatan Hezbollah ini mendorong kelompok anti-Suriah dan anti-Hezbollah di Lebanon mengumumkan mobilisasi untuk ikut berperang membantu pihak oposisi.
Imam Masjid Taqwa di kota Tripoli, Lebanon utara, Sheikh Salim Rafii, menyerukan agar kaum Sunni Lebanon mengangkat senjata membantu kubu oposisi Suriah melawan pasukan Presiden Bashar Al-Assad.
Syeikh Ahmad al-Assir dengan tiba tiba telah berada ditengah tengah mujahidin suriyah, dan meninggalkan negaranya yang masih carut marut perang saudara
.
وإذاقيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون ألا إنهم هم المفسدون ولكن لا يشعرون
"Dan ketika diserukan kepada mereka janganlah membuat kerusakan di muka bumi, mereka mengatakan; Kami adalah para juru damai / Para Pembangun bumi. Ingatlah sesungguhnya merekalah para perusak tetapi mereka tidak menyadarinya"
