Langsung ke konten utama

AGRESI TERHADAP SYIRIA TELAH BERAKHIR

ANALIS POLITIK AMERIKA: "AGRESI TERHADAP SYIRIA TELAH BERAKHIR" 

Seorang analis politik Amerika Jim Dean mengatakan bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya telah dipaksa untuk mengubah kebijakan mereka terhadap kelompok bersenjata di Suriah setelah mereka menyadari dampak dari pendukung terorisme ini, di samping perlawanan tangguh dan seimbang posisi Rusia dalam mendukung tentara Suriyah dalam pertempuran, yang berarti bahwa agresi telah berakhir dan Barat sekarang sedang meninjau ulang rencana mereka. 

Jim Dean mengatakan dalam sebuah wawancara via Al-Alam pada Selasa malam, bahwa kebijakan Amerika dan Barat terhadap kelompok bersenjata di Suriah adalah bencana bagi Barat dan Israel adalah orang-orang yang mendorong memasok kelompok teroris di Suriah dengan senjata .. Ia melanjutkan, ada perang yang dipimpin oleh teroris yang menyebut diri Para Jihadis yang telah mendatangkan malapetaka di Suriah, yang ingin memecah dan menghancurkan Suriah dan saya berpikir bahwa orang Barat kini telah memahami ini kesalahan strategis, khususnya opini publik masyarakat dan Perancis Inggris dan juga opini publik di AS Mereka percaya bahwa tidak ada keamanan bagi Suriah jika ekstrimis menguasai Suriah. 

Dia menambahkan, ada juga alasan lain untuk mengubah kebijakan Barat, yang merupakan Rusia berdiri teguh dan tabah dalam memberikan Suriah dengan segenap bantuan, yang merupakan keseimbangan kekuasaan di wilayah tersebut, sehingga merugikan Israel. Ia melanjutkan, Israel yang percaya bahwa mereka adalah kekuatan militer pertama di Timur Tengah, sekarang melihat itu sebagai bencana bagi mereka dan mengakui bahwa mereka bukan satu-satunya kekuasaan di wilayah itu .. 

Dia menambahkan, kemajuan tentara Suriah sekarang jauh di atas angin dalam pertempuran melawan teroris, dan bahwa Presiden Suriah Bashar Al-Assad sekarang memiliki dukungan rakyat yang sangat besar, dan akan duduk di meja perundingan dan akan mengatakan kepada oposisi bahwa ia tidak akan memberikan apa-apa, kecuali kelompok bersenjata menarik diri dari Suriah dan kembali ke negara mereka. 

 Dia juga mengatakan, "saya tidak berpikir bahwa oposisi dan negara-negara yang membantu kelompok bersenjata dapat mengontrol kawasan yang dikendalikan oleh mereka pada awal krisis Suriah, sangat jelas bahwa mereka telah gagal, dan ini berarti bahwa agresi memiliki berakhir dan Barat sekarang dipaksa untuk meninjau ulang rencana mereka." (RZ 07-2013)

Postingan populer dari blog ini

Mesir Siap Kerja Sama Dengan Pemerintah Suriyah

Terkait konflik Suriah, senada dengan arah kebijakan Rusia, pihak Nasionalis Mesir kini telah mengutarakan kesiapannya untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah. “Cerita lama bersemi kembali” Setelah rilis 22 November 2013, seiring dengan bahwa hubungan antara Mesir dan Rusia belakangan ini dikatakan telah menuju awal yang baru, dimana sekali lagi Kairo dan Moskow memutuskan bahwa hubungan di antara mereka memiliki dampak tak terbantahkan dan akan membangun kembali hubungan Rusia dengan seluruh dunia Arab seperti saat perkembangan yang dihasilkan dari hubungan Mesir-Soviet di era mantan Presiden Gamal Abdel Nasser, - kondisi terkini adalah; http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2013/11/egypt-russia-ties-us-implications.html 15 Januari 2014 Partai Demokratik Mesir Nasserist Party dan gerakan nasionalis lainnya telah mengumumkan kesiapan mereka untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah dalam perang melawan militan dukungan pihak asing. Sumber...

Waspada!, Efek domino perang Suriyah sampai ke Indonesia.

Jakarta   - Polisi berhasil melumpuhkan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2014) . Dari hasil penggerebekan, seorang terduga teroris bernama Dayat alias Daeng tewas saat berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Ia ditembak mati oleh petugas karena berusaha melawan. Sementara 5 orang rekan Dayat tewas di dalam rumah itu. Mereka ditemukan berkumpul dalam ruang tamu yang berlokasi di sisi paling depan. Kini keenam jenazah terduga teroris yang tewas tersebut telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati. Sementara Nurul Haq, salah satu terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan berencana pergi ke Suriah untuk bergabung bersama front jihad pemberontak Suriyah. Hal ini terungkap setelah Kapolri,Jendral Sutarman membeberkan data rencana Nurul Haq pergi ke Suriyah. "Kita dalam pengungkapan dokumen bahwa Nurul Haq akan berjihad ke Suriah," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Jakarta, Kamis (2/1/2014). Menurut Sutarman, ren...

Bid'ah dan muslihatnya..

Bid'ah dengan bermacam definisi, penafsiran dan penjelasannya tidak akan pernah mencapai kata sepakat sampai kiamat. Akan kalian dapati seorang Ulama dalam Madzhab apapun yang dalam kasus baru beliau mengatakan bid'ah, namun dalam kasus baru yang lain menganggapnya sunnah atau makruh, atau mubah. Bid'ah itu jelas jelas ada, Rosulullah sendiri yang menyabdakan, tetapi definisi dan penafsiran tentang itu adalah bid'ah juga, Rosulullah sendiri tidak pernah memberi definisi dan penafsiran bid'ah, Sahabat dan Tabi,in juga tidak. Memperdalam dan suka membincangkan bid'ah akan menjerat kaum Muslimin dalam lubang kegelapan, kaum Muslimin akan tertelan dalam pusaran pertikaian, permusuhan dan bahkan pertumpahan darah. Agaknya alam gelap itulah yang memang dikehendaki oleh Musuh musuh Islam lewat kaum yang disebut "Dajjalun" agar kaum Muslimin tidak sempat memikirkan dan menyusun cara keluar dari panggung penindasan mereka. Bahkan kaum Muslimin tida...