Langsung ke konten utama

SENJATA PEMUSNAH MASSAL (GAS SARIN) DALAM KONFLIK SYRIA


SENJATA PEMUSNAH MASSAL (GAS SARIN) DALAM KONFLIK SYRIA 

 Jun 01, 2013 Perdana Menteri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Soviet sedang menunggu penjelasan Turki tentang penangkapan anggota kelompok Jabhat al-Nusra yang kedapatan membawa senjata gas sarin di wilayah Turki. Dalam konferensi pers di Moskow, Jumat kemarin, Lavrov mengekspresikan kekecewaan Rusia terhadap PBB yang tidak segera bertindak cepat merespon permintaan investigasi atas senjata kimia yang digunakan di area Khan al-Assal di Aleppo. “Kami berulangkali memperingatkan bahwa isu ini bisa memicu persoalan lain, dan karena itu kami ingin penyelidikan yang akurat tentang tindakan menggunakan senjata kimia beracun,” kata Lavrov kepada reporter. “Moskow berulangkali meminta agar memperhatikan provokasi serius dari kelompok oposisi takfiri dan teroris yang menggunakan senjata pemusnah massal, khususnya senjata kimia,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich. 

Lukashevich juga menegaskan bahwa pemerintah Syria sudah berulang-kali berjanji tidak akan menggunakan senjata kimia, kalaupun punya, di Syiria. Media Turki sebelumnya melaporkan bahwa dinas inteligen Turki telah menangkap 12 orang dari kelompok Jabhat al-Nusra yang punya hubungan dengan al-Qaida. Kelompok ini membawa 2 kg gas sarin beracun, amunisi, beberapa dokumen dan informasi digital.

 http://sana.sy/eng/22/2013/06/01/485062.htm 

Jabhat al-Nusra (Front al-Nusra) adalah kelompok radikal yang mengaku sebagai kelompok jihad Islam Sunni, yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Assad, dan membentuk negara Pan-Islam dengan tujuan membangun kekhalifahan Islam. 

Kelompok ini menyebut Amerika dan Israel sebagai musuh Islam dan memperingatkan Barat agar tidak campur tangan di Syiria. 

Anggota kelompok dari divisi Syria mengklaim mereka hanya menyerang pemerintahan Assad dan tidak akan menyerang negara Barat. Amerika menuduh Jabhat al-Nusra berafiliasi dengan al-Qaeda di Irak, dan pada April 2013 pemimpin al-Qaeda di Irak merilis pernyataan yang membenarkan hubungan al-Qaeda dengan Jabhat al-Nusra. 

Perdana Menteri irak Hoshyar Zebari mengatakan bahwa al-Qaeda di irak telah berangkat ke Syiria, untuk bergabung dengan Front al-Nushra. Mereka adalah orang-orang yang terlatih dan berpengalaman dalam berperang. Kelompok ini menolak gencatan senjata dengan Syiria. Front al-Nusra ini berulang kali melakukan serangan bom bunuh diri, sekitar 57 kali serangan bom bunuh diri. diduga front ini mempersiapkan serangan dgn senjata gas sarin ke target sipil maupun militer tanpa pandang bulu.

Postingan populer dari blog ini

Mesir Siap Kerja Sama Dengan Pemerintah Suriyah

Terkait konflik Suriah, senada dengan arah kebijakan Rusia, pihak Nasionalis Mesir kini telah mengutarakan kesiapannya untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah. “Cerita lama bersemi kembali” Setelah rilis 22 November 2013, seiring dengan bahwa hubungan antara Mesir dan Rusia belakangan ini dikatakan telah menuju awal yang baru, dimana sekali lagi Kairo dan Moskow memutuskan bahwa hubungan di antara mereka memiliki dampak tak terbantahkan dan akan membangun kembali hubungan Rusia dengan seluruh dunia Arab seperti saat perkembangan yang dihasilkan dari hubungan Mesir-Soviet di era mantan Presiden Gamal Abdel Nasser, - kondisi terkini adalah; http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2013/11/egypt-russia-ties-us-implications.html 15 Januari 2014 Partai Demokratik Mesir Nasserist Party dan gerakan nasionalis lainnya telah mengumumkan kesiapan mereka untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah dalam perang melawan militan dukungan pihak asing. Sumber...

Waspada!, Efek domino perang Suriyah sampai ke Indonesia.

Jakarta   - Polisi berhasil melumpuhkan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2014) . Dari hasil penggerebekan, seorang terduga teroris bernama Dayat alias Daeng tewas saat berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Ia ditembak mati oleh petugas karena berusaha melawan. Sementara 5 orang rekan Dayat tewas di dalam rumah itu. Mereka ditemukan berkumpul dalam ruang tamu yang berlokasi di sisi paling depan. Kini keenam jenazah terduga teroris yang tewas tersebut telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati. Sementara Nurul Haq, salah satu terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan berencana pergi ke Suriah untuk bergabung bersama front jihad pemberontak Suriyah. Hal ini terungkap setelah Kapolri,Jendral Sutarman membeberkan data rencana Nurul Haq pergi ke Suriyah. "Kita dalam pengungkapan dokumen bahwa Nurul Haq akan berjihad ke Suriah," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Jakarta, Kamis (2/1/2014). Menurut Sutarman, ren...

Bid'ah dan muslihatnya..

Bid'ah dengan bermacam definisi, penafsiran dan penjelasannya tidak akan pernah mencapai kata sepakat sampai kiamat. Akan kalian dapati seorang Ulama dalam Madzhab apapun yang dalam kasus baru beliau mengatakan bid'ah, namun dalam kasus baru yang lain menganggapnya sunnah atau makruh, atau mubah. Bid'ah itu jelas jelas ada, Rosulullah sendiri yang menyabdakan, tetapi definisi dan penafsiran tentang itu adalah bid'ah juga, Rosulullah sendiri tidak pernah memberi definisi dan penafsiran bid'ah, Sahabat dan Tabi,in juga tidak. Memperdalam dan suka membincangkan bid'ah akan menjerat kaum Muslimin dalam lubang kegelapan, kaum Muslimin akan tertelan dalam pusaran pertikaian, permusuhan dan bahkan pertumpahan darah. Agaknya alam gelap itulah yang memang dikehendaki oleh Musuh musuh Islam lewat kaum yang disebut "Dajjalun" agar kaum Muslimin tidak sempat memikirkan dan menyusun cara keluar dari panggung penindasan mereka. Bahkan kaum Muslimin tida...