Langsung ke konten utama

RIHLAH SUNNAH


SUNNAH RIHLAH
Sudah sangat masyhur dikalangan para Salaf melakukan Rihlah, dan bahwa Rihlah dengan tujuan kebaikan adalah sunnah, atau boleh dikata Rihlah adalah sebagian dari manhaj para Salaf.

Namun untuk memahami manhaj salaf dalam Rihlah, dan agar syubhat Rihlah itu tidak menjadi rutinitas yang diharamkan, maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui dasar hukumnya, bahwa Rihlah sunnah itu benar benar didasarkan dalil yang sahih.

Ada sebuah hadits sahih yang selama ini telah dijadikan dasar oleh para ahlul ahwa untuk menganjurkan melakukan perjalanan yang tidak disyari’atkan, mereka tidak memahami maksud hadits tersebut, dan meninggalkan pemahaman para Salaf.

Berikut ini adalah Sabda Nabi yang telah sangat jelas, bahwa Rihlah atau melakukan perjalanan adalah bagian dari sunnah Nabi yang terlupakan:

وأخرج ابن أبي شيبة والبخاري ومسلم والترمذي وابن ماجه ، عن أبي سعيد الخدري : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد المسجد الحرام والمسجد الأقصى ومسجدي هذا

“ Ibnu Abi Syaibah, Al Bukhori, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah mengeluarkannya dari Abi Sa,id Al Khudlri: Aku mendengar Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: <<Tidak dipersiapkan kendaraan kecuali ketiga masjid, ialah Masjidil Haram, Masjid Al Aqsha, dan Masjidku ini>>”

Selama ini banyak beredar di internet maupun buku buku, bahwa Hadits ini adalah menjadi dalil terlarangnya melakukan kunjungan atau Rihlah dalam rangka Ibadah kecuali ke tiga Masjid tersebut diatas, namun benarkah Rihlah ke selain tiga tempat tersebut adalah haram, dan bagaimana pandangan para Salaf dalam masalah Rihlah ini?

Dalam masalah ini, Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah memberi penjelsan yang spesifik, terkait dengan hadits diatas dalam Kitab Majmu’ Fatawa dalam bab Attafasir Juz 12 hal 456 sebagai berikut:

وذلك يقتضي زيادة فضله؛ ولهذا لم يستحب علماء السلف من أهل المدينة وغيرها قصد شيء من المساجد والمزارات التي بالمدينة وما حولها بعد مسجد النبي صلى الله عليه وآله وسلم إلا مسجد قباء؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم لم يقصد مسجدًا بعينه يذهب إليه إلا هو . وقد كان بالمدينة مساجد كثيرة، لكل قبيلة من الأنصار مسجد، لكن ليس في قصده دون أمثاله فضيلة، بخلاف مسجد قباء، فإنه أول مسجد بني بالمدينة/على الإطلاق، وقد قصده الرسول صلى الله عليه وسلم بالذهاب إليه، وصح عنه صلى الله عليه وسلم أنه قال : ( من توضأ في بيته ثم أتي مسجد قباء لا يريد إلا الصلاة فيه كان كعمرة ) .

“Dan demikian itu menjadi patokan kelebihan keutamaannya, dan karena inilah Para Ulama Salaf dari kalangan Madinah dan selainnya tidak memushtahabkan (mensunnahkan) mengarahkan tujuan sesuatupun, baik dari Masjid masjid, tempat ziyarah yang berada di Madinah dan sekitarnya setelah Masjid Nabi صلى الله عليه وسلم (masjid nabawi) kecuali Masjid Quba, karena Nabi sendiri tidak pernah menuju Masjid lain kecuali Masjid Quba. Dan di madinah telah ada banyak Masjid, karena setiap kabilah dari kabilah Anshor mempunyai masjid sendiri sendiri, tetapi tidak menujunya Nabi Muhammad selain semisalnya adalah sebuah keutamaan, berbeda dengan Masjid Quba, sesungguhnya Masjid yang pertama kali di dirikan dalam Madinah adalah Masjid Quba, dan Rosulullah sendiri telah menujunya untuk pergi kesana. Dan telah Sahih dari Nabi صلى الله عليه وسلم bahwasanya beliau bersabda: (Barang siapa yang berwudlu di rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba, tidak menginginkan lain kecuali shalat di dalamnya, maka itu sama dengan Umroh)”

Dan Imam Ibnu Taymiyyah mengatakan demikian ini ketika mentafsirkan Ayat Hajji, jadi jelas bahwa konteks Hadits diatas masih dalam seputar Shalat dan I,tikaf, artinya menyengaja beRihlah ke tiga Masjid itu untuk memperoleh Fadlilahnya. Hal ini juga selaras dengan beberapa hadits yang menjelaskan bahwa Shalat di tiga Masjid tersebut berlipat pahalanya disbanding dengan Shalat di Masjid yang lain.

Imam Bukhori sendiri menempatkan Hadits Sunnahnya Rihlah diatas dalam bab كتاب أبواب التطوع باب فضل الصلاة في مسجد مكة والمدينة (Kitab Bab Bab Kesunnahan Bab Shalat di Masjid Makkah dan Madinah)

Berikut adalah Hadits pembanding tentang Sunnahnya Rihlah ke tiga Masjid tersebut:

وَعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلّم: «خَيْرُ مَا رُكِبَتْ إلَيْهِ الرَّوَاحِلُ مَسْجِدُ إبْرَاهِيمَ، وَمَسْجِدِي». رواه أحمد بإسناد حسن، والطبراني وابن خزيمة في صحيحه إلا أنه قال: «مَسْجِدِي هذَا، وَالْبَيْتُ الْمَعْمُورُ». وابن حبان في صحيحه، ولفظه:

“Dari Jabir RA berkata: bersabda Rosulullah صلى الله عليه وسلّم : << Sebaik baik Kendaraan yang dikendari kepadanya adalah yang menuju Masjid Ibrahim dan Masjidku>> HR. Ahmad dengan Sanad Hasan, dan Atthobroni dan Ibnu Majah dalam Kitab Sahihnya, hanya saja Imam Ibnu Majah mengemukakan Kalimat lain: << Masjidku ini dan Baytul Makmur>> Ibnu Habban juga menyebutkan kalimat seperti ini:

«إنَّ خَيْرَ مَا رُكِبَتْ إلَيْهِ الرَّوَاحِلُ مَسْجِدِي هذَا، وَالْبَيْتُ الْعَتِيقُ».

“Sesungguhnya sebaik baik kendaraan yang ditunggangi adalah yang menuju Masjidku dan Al Baytul ‘Atiq”

Semakin jelas, Nabi tidak tiba tiba berkata atau melarang sebuah Rihlah kecuali pada tempat yang telah ditetapkan seperti diatas, tetapi titik tekan pada khobar ataupun larangan ini adalah hanya dalam rangka membicarakan keutamaan tiga Masjid yang dimaksud, sehingga, karena keutamaan tiga Masjid tersebut, sampai Beliau tandaskan seakan akan tidak ada kendaraan yang dipersiapkan untuk Rihlah kecuali menuju tiga tempat tersebut.

RIHLAH BERDASARKAN AYAT

Mungkin penafsiran penafsiran yang dibuat ‘Ulama tidak akan pernah lepas dari pro dan kontro, untuk itu mari kita lihat Ayat ayat yang secara umum justru memerinthkan sebuah Rihlah, berikut:

Ayat Rihlah Pertama:

قل سيروا في الأرض فانظروا كيف بدأ الخلق ثم الله ينشئ النشأة الآخرة إن الله على كل شيء قدير

"Katakanlah (hai Muhammad) lakukanlah perjalanan di bumi, maka lihatlah bagaimana proses awal penciptaan/kejadian, kemudian Allah memunculkan kemunculan (kejadian) yang lain, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas Segalanya" (Al 'Ankabut ayat 20)

Dalam Ayat diatas jelas jelas ada perintah Allah langsung untuk melakukan perjalanan untuk melihat kejadian kejadian di muka bumi ini, agar kita semua menyadari betul akan kesempurnaan keMaha Kuasaan Allah.

Dan yang sangat perlu diperhatikan adalah, dimana dalam Surah ini terdominasi ayat ayat yang menceritakan berbagai kejadian yang menimpa banyak suku dan bangsa seperti kaum Luth, 'Ad, Tsamud, Ummat Ibrohim dan lain lain.

Untuk lebih jelasnya, bagaimana maksud Rihlah yang terkandung dalam Ayat tersebut, kita lihat Tafsirnya oleh Imam Al Thobari berikut;

على كثرتهم وتفاوت هيئاتهم واختلاف ألسنتهم وألوانهم وطبائعهم، وانظروا إلى مساكن القرون الماضية وديارهم وآثارهم كيف أهلكهم؛ لتعلموا بذلك كمال قدرة الله

" atas banyaknya kejadian/penciptaan dan masa transisinya, dan tingkahnya,dan rupa rupa bahasanya, warna kulitnya dan karakternya, dan lihatlah pada tempat tempat tinggal kaum yang lalu, desa desanya, dan bekas bekasnya, bagaimana Allah menghancurkannya, agar kalian semua tahu kesempurnaan Kuasa Allah"

Ayat Rihlah Kedua:

قل سيروا في الأرض فانظروا كيف كان عاقبة الذين من قبل كان أكثرهم مشركين

"Katakanlah (Hai Muhammad) lakukanlah kunjungan di Bumi, maka Lihatlah bagaimana akibat kaum yang sebelummu yang kebanyakan mereka adalah Musyrik" (Al Rum ayat 42)

Dan tahulah kalian, bahwa ayat sebelum ini menceritakan kerusakan bumi dan laut akibat kebejatan manusia itu sendiri.

Lihat pula tafsirnya dalam kitab yang sama:

يَقُول تَعَالَى ذِكْره لِنَبِيِّهِ مُحَمَّد صَلِّي اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قُلْ يَا مُحَمَّد لِهَؤُلَاءِ الْمُشْرِكِينَ بِاَللَّهِ مِنْ قَوْمك : سِيرُوا فِي الْبِلَاد , فَانْظُرُوا إِلَى مَسَاكِن الَّذِينَ كَفَرُوا بِاَللَّهِ مِنْ قَبْلكُمْ , وَكَذَّبُوا رُسُله , كَيْفَ كَانَ آخِر أَمْرهمْ , وَعَاقِبَة تَكْذِيبهمْ رُسُل اللَّه وَكُفْرهمْ ! أَلَمْ نُهْلِكهُمْ بِعَذَابٍ مِنَّا , وَنَجْعَلهُمْ عِبْرَة لِمَنْ بَعْدهمْ ؟

“Berfirman Allah Ta’ala sebagai pengingatNya untuk nabi Muhammad صلى الله عليه وسلّم : “Katakanlah hai Muhammad kepada kaum Musyrikin itu dari Kaummu: berjalanlah di Negara Negara, kemudian lihatlah pada tempat tempat orang orang Kafir kepada Allah dan mendustakan para RosulNya sebelummu, bagaimana nasib akhir mereka, dan bagaimana mereka menerima akibat pendustaannya kepada Rosul rosul dan kekafirannya, tidakkah Kami hancurkan mereka dengan siksa yang pedih, dan Kami menjadikan mereka sebagai percontohan untuk ummat yang sesudahnya”

AYAT RIHLAH KETIGA:

قل سيروا في الأرض ثم انظروا كيف كان عاقبة المكذبين

“Katakanlah (Hai Muhammad ) lakukanlah perjalanan di bumi, kemudian lihatlah bagaimana keberadaan para pendusta menerima akibatnya” (Al An’am : 11)

AYAT RIHLAH KEEMPAT

قد خلت من قبلكم سنن فسيروا في الأرض فانظروا كيف كان عاقبة المكذبين

“Telah lewat ummat dari sebelum kalian sebuah contoh, maka berjalanlah di muka bumi, maka lihatlahbagaimana keberadaan para pendusta menerima akibatnya” (Ali ,Imron: 137)

قل سيروا في الأرض فانظروا كيف كان عاقبة المجرمين

“Katakanlah (hai Muhammad) berjalanlah di muka bumi, maka lihatlah bagaimana keberadaan kaum pembangkan menerima akibatnya” (Al Naml : 69)

dalam salah satu Tafsir dikatakan bahwa melakukan perjalanan dalam rangka melihat kejadian masa lalu pada sebuah kaum itu dihukumi Sunnah, karena dengannya dapat menjadi bahan tafakkur dan i,tibar.

Lihat tafsir Al Qurthubi ketika mentafsirkan Ayat 11 Surah Al An’am berikut:

أي قل يا محمد لهؤلاء المستهزئين المستسخرين المكذبين: سافروا في الأرض فانظروا واستخبروا لتعرفوا ما حلّ بالكفرة قبلكم من العقاب وأليم العذاب؛ وهذا السفر مندوب إليه إذا كان على سبيل الاعتبار بآثار من خلا من الأُمم وأهل الديار، والعاقبة آخر الأمر. والمكذِّبون هنا من كذّب الحق وأهله لا من كذّب بالباطل.

“Maksudnya katakanlah hai Muhammad kepada mereka para pengolok olok, pentertawa, perendah, pendusta: pergilah di muka bumi, maka lihatlah dan ambillah cerita agar kalian mengetahui apa yang telah berlalu dengan kekufuran orang orang yang sebelum kalian, dari tertimpanya bncana dan siksa yang dahsyat. Dan pepergian seperti ini Mandub (Sunnah)/ Rihlag seperti ini Sunnah, ketika Rihlah tersebut dalam rangka I,tibar dengan situs situs orang orang yang telah lalu daripada Ummat dan masyarakat desa, dan Siksa adalah akhir dari perkara. Para pendusta disini yang dimaksud adalah yang mendustakan yang haq dan ahli haq, bukan mendustakan kebatilan."

Demikianlah Rihlah Sunnah menurut Al Quran dan Hadits yang sesuai dengan Manhaj Salaf Ummat ini. Wallahu A’lam

Postingan populer dari blog ini

Mesir Siap Kerja Sama Dengan Pemerintah Suriyah

Terkait konflik Suriah, senada dengan arah kebijakan Rusia, pihak Nasionalis Mesir kini telah mengutarakan kesiapannya untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah. “Cerita lama bersemi kembali” Setelah rilis 22 November 2013, seiring dengan bahwa hubungan antara Mesir dan Rusia belakangan ini dikatakan telah menuju awal yang baru, dimana sekali lagi Kairo dan Moskow memutuskan bahwa hubungan di antara mereka memiliki dampak tak terbantahkan dan akan membangun kembali hubungan Rusia dengan seluruh dunia Arab seperti saat perkembangan yang dihasilkan dari hubungan Mesir-Soviet di era mantan Presiden Gamal Abdel Nasser, - kondisi terkini adalah; http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2013/11/egypt-russia-ties-us-implications.html 15 Januari 2014 Partai Demokratik Mesir Nasserist Party dan gerakan nasionalis lainnya telah mengumumkan kesiapan mereka untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah dalam perang melawan militan dukungan pihak asing. Sumber...

Waspada!, Efek domino perang Suriyah sampai ke Indonesia.

Jakarta   - Polisi berhasil melumpuhkan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2014) . Dari hasil penggerebekan, seorang terduga teroris bernama Dayat alias Daeng tewas saat berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Ia ditembak mati oleh petugas karena berusaha melawan. Sementara 5 orang rekan Dayat tewas di dalam rumah itu. Mereka ditemukan berkumpul dalam ruang tamu yang berlokasi di sisi paling depan. Kini keenam jenazah terduga teroris yang tewas tersebut telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati. Sementara Nurul Haq, salah satu terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan berencana pergi ke Suriah untuk bergabung bersama front jihad pemberontak Suriyah. Hal ini terungkap setelah Kapolri,Jendral Sutarman membeberkan data rencana Nurul Haq pergi ke Suriyah. "Kita dalam pengungkapan dokumen bahwa Nurul Haq akan berjihad ke Suriah," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Jakarta, Kamis (2/1/2014). Menurut Sutarman, ren...

Bid'ah dan muslihatnya..

Bid'ah dengan bermacam definisi, penafsiran dan penjelasannya tidak akan pernah mencapai kata sepakat sampai kiamat. Akan kalian dapati seorang Ulama dalam Madzhab apapun yang dalam kasus baru beliau mengatakan bid'ah, namun dalam kasus baru yang lain menganggapnya sunnah atau makruh, atau mubah. Bid'ah itu jelas jelas ada, Rosulullah sendiri yang menyabdakan, tetapi definisi dan penafsiran tentang itu adalah bid'ah juga, Rosulullah sendiri tidak pernah memberi definisi dan penafsiran bid'ah, Sahabat dan Tabi,in juga tidak. Memperdalam dan suka membincangkan bid'ah akan menjerat kaum Muslimin dalam lubang kegelapan, kaum Muslimin akan tertelan dalam pusaran pertikaian, permusuhan dan bahkan pertumpahan darah. Agaknya alam gelap itulah yang memang dikehendaki oleh Musuh musuh Islam lewat kaum yang disebut "Dajjalun" agar kaum Muslimin tidak sempat memikirkan dan menyusun cara keluar dari panggung penindasan mereka. Bahkan kaum Muslimin tida...