Langsung ke konten utama

Perang Telah Berakhir Di Suriyah


Pihak Barat harus membayar pampasan perang kepada Krisis Kemanusiaan Suriah di Suriah: " Negara Barat harus membayar pampasan perang kepada negara Suriah".
Begitulah wawancara dengan Michel Chossudovsky Jun 9, 2013 | Global Research

"Apa yang harus kita atasi sekarang di tingkat internasional adalah pampasan perang. Perang sudah berakhir kecuali tentu saja, jika pihak Barat memutuskan untuk melanjutkan perang ini, seperti misalnya dengan tidak adanya zona larangan terbang. Dalam hal ini, itu akan menjadi pilihan yang sangat berbahaya karena Suriah telah memiliki sistem pertahanan udara yang canggih. "

Press TV telah melakukan wawancara dengan Michel Chossudovsky, di Pusat Penelitian Globalisasi di Montreal, Spayol, atas dasar keprihatinan PBB.

Berikut ini adalah transkrip/catatan isi wawancara tersebut, atau dapat download di :

http://64.150.186.181/pressTV/ site%20video/06-08-2013/chussodovsky.mp4

Press TV : PBB memperingatkan akan ada suatu gejolak di Timur Tengah jika perang di Suriah terus berlanjut. Pertanyaannya adalah apa yang telah PBB lakukan untuk mencegah perang bertambah buruk?

Chossudovsky : Pertama-tama, pernyataan yang dibuat oleh kepala Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi. Dan pernyataan itu mengatakan bahwa pertempuran tidak berhenti ... pertempuran itu akan berhenti karena teroris telah dikalahkan.

Dan pada dasarnya jika kekuatan pihak Barat menggunakan moratorium/penundaan atas dukungan mereka kepada pasukan pemberontak Al-Qaeda gabungan, maka perang berakhir atau setidaknya, peperangan di atas tanah telah berakhir. Perkembangan terakhir menunjukkan dan menegaskan bahwa negara ini berada di bawah kendali pemerintah Suriah. Pasukan pemberontak telah dikalahkan di kota Al-Qusayr dan mereka juga pernah dikalahkan di bagian negara Suriah lainnya.

Dari sudut pandang saya, permintaan bantuan kemanusiaan harus segera dibahas karena siapakah penyokong bantuan kemanusiaan, yang disebut sebagai bantuan kemanusiaan? Penyokong bantuan tersebut justru negara-negara yang didukung oleh para teroris pemberontak.

Dan saya berpikir dalam hal ini adalah apa yang harus kita kemukakan bahwa perang ini dilancarkan oleh Amerika Serikat, NATO dan Israel dengan dukungan negara-negara Persia, Teluk, Qatar dan Arab Saudi pada khususnya dan atas dasar hukum internasional adalah pampasan perang, yang dibutuhkan saat ini.

Jadi saya katakan : Mari kita kesampingkan dulu "dimensi kemanusiaan" dan fokus pada pampasan perang yang jumlahnya miliaran tersebut. Hal ini karena pemerintah Suriah sebagai pihak yang sah berdasarkan hukum dari kelompok teroris di Suriah, yang awalnya merupakan pasukan darat atau para prajurit aliansi militer Barat.

Press TV : Berita terbaru terakhir menyatakan bahwa kemenangannya di Qusayr dan senjata buatan Israel telah disita dari gerilyawan Suriah. Apa pengaruhnya pada dinamika konflik disana?

Chossudovsky : Kami telah mengetahui sejak awal bahwa Israel mendukung Al-Qaeda. Dan kita juga tahu bahwa Israel telah menyalurkan senjata dan dukungan logistik kepada para pemberontak di daerah sekitar pendudukan Dataran Tinggi Golan. Dan pada kenyataannya Israel bahkan mendirikan fasilitas rumah sakit untuk pemberontak Al-Qaeda dan mengantarkan mereka dengan bus bolak-balik, mengambil yang terluka ke rumah sakit dan kemudian mengirim mereka kembali ke medan perang.

Israel juga terlibat dalam tindakan agresi/serangan terhadap negara yang berdaulat, bersama dengan NATO, khususnya Turki, Inggris, Perancis dan Amerika Serikat. Pasukan Khusus Perancis dan Inggris, termasuk pasukan SAS, MI6 dan agen CIA juga terlibat. Kita tahu karena itu telah didokumentasikan/dibuktikan kebenarannya. Siapa yang melatih pemberontak dalam menggunakan senjata kimia? Aliansi/gabungan militer Barat.

Perdana Menteri Perancis Laurent Fabius membuka rahasia dan menuduh pemerintahnya menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil padahal pada kenyataannya CNN menegaskan bahwa pasukan Barat telah melatih para pemberontak dalam penggunaan senjata kimia. Hal tersebut terungkap saat terjadi penangkapan pemberontak Al-Qaeda oleh Polisi Turki yang terjadi seminggu sebelumnya dimana pemberontak memiliki senjata kimia ( semacam serangkaian senjata pemunah masal ).

Jadi kita tahu bahwa semua ini adalah kebohongan, dimana aliansi militer Barat menuduh pemerintah Suriah melakukan kekejaman, yang telah mereka lakukan sendiri.

Apa yang harus kita atasi sekarang di tingkat internasional adalah pampasan perang. Perang sudah berakhir kecuali tentu saja, jika pihak Barat memutuskan untuk melanjutkan perang ini, seperti misalnya dengan tidak adanya zona larangan terbang. Dalam hal ini, itu akan menjadi pilihan yang sangat berbahaya karena Suriah telah memiliki sistem pertahanan udara yang canggih.

S-300 adalah sebuah tempat yang telah dibangun selama 18 bulan terakhir ( yang terdapat unsur lain dari pertahanan udara ) dan hal itu akan sangat tidak bijaksana bagi aliansi militer Barat untuk memberlakukan zona larangan terbang, yang akan segera menjadi subjek dari beberapa reaksi/tanggapan.

Jadi itu adalah latar belakang. Perang ini telah mencapai titik transisi. Jika tidak ada intervensi dari aliansi militer Barat, perang telah benar-benar berakhir.

Postingan populer dari blog ini

Mesir Siap Kerja Sama Dengan Pemerintah Suriyah

Terkait konflik Suriah, senada dengan arah kebijakan Rusia, pihak Nasionalis Mesir kini telah mengutarakan kesiapannya untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah. “Cerita lama bersemi kembali” Setelah rilis 22 November 2013, seiring dengan bahwa hubungan antara Mesir dan Rusia belakangan ini dikatakan telah menuju awal yang baru, dimana sekali lagi Kairo dan Moskow memutuskan bahwa hubungan di antara mereka memiliki dampak tak terbantahkan dan akan membangun kembali hubungan Rusia dengan seluruh dunia Arab seperti saat perkembangan yang dihasilkan dari hubungan Mesir-Soviet di era mantan Presiden Gamal Abdel Nasser, - kondisi terkini adalah; http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2013/11/egypt-russia-ties-us-implications.html 15 Januari 2014 Partai Demokratik Mesir Nasserist Party dan gerakan nasionalis lainnya telah mengumumkan kesiapan mereka untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah dalam perang melawan militan dukungan pihak asing. Sumber...

Waspada!, Efek domino perang Suriyah sampai ke Indonesia.

Jakarta   - Polisi berhasil melumpuhkan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2014) . Dari hasil penggerebekan, seorang terduga teroris bernama Dayat alias Daeng tewas saat berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Ia ditembak mati oleh petugas karena berusaha melawan. Sementara 5 orang rekan Dayat tewas di dalam rumah itu. Mereka ditemukan berkumpul dalam ruang tamu yang berlokasi di sisi paling depan. Kini keenam jenazah terduga teroris yang tewas tersebut telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati. Sementara Nurul Haq, salah satu terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan berencana pergi ke Suriah untuk bergabung bersama front jihad pemberontak Suriyah. Hal ini terungkap setelah Kapolri,Jendral Sutarman membeberkan data rencana Nurul Haq pergi ke Suriyah. "Kita dalam pengungkapan dokumen bahwa Nurul Haq akan berjihad ke Suriah," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Jakarta, Kamis (2/1/2014). Menurut Sutarman, ren...

Bid'ah dan muslihatnya..

Bid'ah dengan bermacam definisi, penafsiran dan penjelasannya tidak akan pernah mencapai kata sepakat sampai kiamat. Akan kalian dapati seorang Ulama dalam Madzhab apapun yang dalam kasus baru beliau mengatakan bid'ah, namun dalam kasus baru yang lain menganggapnya sunnah atau makruh, atau mubah. Bid'ah itu jelas jelas ada, Rosulullah sendiri yang menyabdakan, tetapi definisi dan penafsiran tentang itu adalah bid'ah juga, Rosulullah sendiri tidak pernah memberi definisi dan penafsiran bid'ah, Sahabat dan Tabi,in juga tidak. Memperdalam dan suka membincangkan bid'ah akan menjerat kaum Muslimin dalam lubang kegelapan, kaum Muslimin akan tertelan dalam pusaran pertikaian, permusuhan dan bahkan pertumpahan darah. Agaknya alam gelap itulah yang memang dikehendaki oleh Musuh musuh Islam lewat kaum yang disebut "Dajjalun" agar kaum Muslimin tidak sempat memikirkan dan menyusun cara keluar dari panggung penindasan mereka. Bahkan kaum Muslimin tida...