[alam.ir] Pernyataan keras mantan Wakil Azhar dan anggota Majma' Al-Buhüts Al-Islamiyah, Syeikh Mahmud 'Asyur terhadap mereka yang melakukan pengrusakan makam seorang sahabat Nabi Muhammad SAW di Syria. Beliau menyebutnya sebagai KHAWÃRIJ ZAMAN INI dan mengajak semua organisasi Islam untuk berdiri dalam posisi yang sama: inkar terhadap tindakan pengrusakan ini.
Mudah-mudah mereka yang mulai ketularan 'sikap Khawãrij' ~yang merasa benar sendiri dan semua selain mereka salah semua~ termasuk di tanah air kita ini, segera mendapat hidayah Allah. Ãmïn.
Pemerintah Arab Saudi sudah memulai proyek perluasan Masjid Al-Haram di Kota Makkah. Proyek miliaran pound sterling ini dipastikan bakal membuat kawasan sekitar kiblat umat Islam itu bakal makin megah dan gemerlap.
Sejumlah foto diperoleh surat kabar the Independent memperlihatkan para pekerja dengan pelbagai peralatan berat sudah mulai merobohkan bangunan bekas peninggalan kekhalifahan Usmaniyah dan Abbasiyah di sebelah timur kompleks masjid.Bangunan bekas peninggalan dua pemerintahan Islam itu berhiaskan kaligrafi Arab berisi nama-nama sahabat Nabi Muhammad dan momen terpenting dalam kehidupan mereka.
Bahkan, salah satu bagian tembok diratakan diyakini tempat Rasulullah memulai isra ke Masjid Al-Aqsha di Kota Yerusalem, Tepi Barat.Untuk melayani jamaah haji dan umrah terus bertambah saban tahun, Negeri Dua Kota Suci ini terus memperluas kompleks Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi di Kota Madinah.
Miliaran pound sterling pun digelontorkan. Raja Abdullah telah menunjuk Syekh Abdul Rahman al-Sudais, ulama tersohor sekaligus imam Masjid Al-Haram, bertanggung jawab atas proyek itu dan Bin Ladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Saudi, menjadi pelaksana.
Beberapa pihak mengecam perluasan dua masjid paling dikeramatkan itu karena merusak peninggalan sejarah dan budaya Islam, termasuk warisan nabi.
Gulf Institute berkantor di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat, memperkirakan 95 persen bangunan berusia satu milenium di Makkah telah dimusnahkan dalam dua dekade. Lusinan tempat bersejarah penting menandai kelahiran Islam juga lenyap.
Banyak ulama senior Salafi mendukung penghancuran tempat-tempat bersejarah berkaitan dengan Nabi Muhammad. Mereka cemas lokasi-lokasi itu bakal dikultuskan sehingga bisa menimbulkan syirik.Namun Dr Irfan al-Alawi, Direktur Eksekutif the Islamic Heritage Research Foundation, menegaskan ada banyak cara memperluas kedua masjid itu tanpa melenyapkan tempat bersejarah. "Proyek itu bermasalah karena banyak bagian dirobohkan pernah menjadi tempat duduk dan salat nabi,"
Inilah penghilangan jejak Islam yang sistematis, bahkan ditempat kelahirannya tinggal gedung gedung bertingkat yang tidak terkait dengan kelahiran Islam itu sendiri, sungguh ironis. Khawatir dengan pengkultusan, tapi diganti pembangunan berhala model baru.
