Langsung ke konten utama

HTI Kembali Kepangkuan NKRI

Setiap PNS, pejabat atau penyelenggara kegiatan Negara yang beragama Islam, termasuk para pegawai TVRI, selalu disumpah di bawah Al-Qur'an, untuk setia pada Pancasila, NKRI dan UUD 1945. Mendahulukan kepentingan Bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan golongan, termasuk HTI yang secra jelas menolak Pancasila. 

Kamis kemarin, stasiun televisi resmi milik Negara Kesatuan Kepublik Indonesia--TVRI-- telah menayangkan acara Muktamar Khilafah Hizbut Tahrir secara gegap gemptia sampai 1 jam lamanya.

Sebuah organisasi yang menentang nasionalisme Indonesia, Pancasila, dan UUD 1945 ini diberi waktu begitu leluasa oleh pembaca acara TVRI. Apakah ini adalah pertanda bahwa HTI telah kembali kepangkuan NKRI? Atau NKRI sedemikian cerdiknya membuat HTI agar menyadari bahwa ia tidak bias hidup dan berkembang di bumi nusantara ini tanpa perlindungan Thoghut yang bernama NKRI? 

 Lain dari persolan diatas, gelagat Kembalinya HTI kepangkuan NKRI sebenrnya sudah sejak lama, sebab HTI yang kemaren telah melangsungkan muktamar khilafahnya telah memakai logo Nahdlatul Ulama (NU) maupun perangkatnya, bukan kali itu saja dilakukan oleh ormas Hizbut Tahrir (Partai Pembebasan) Indonesia. Bahkan HTI telah nekat membentangkan spanduk Pagar Nusa di Muktamar Khilafah HT (2013) yang berlangsung di Gelora Bung Karno Jakarta. 

Pagar Nusa sendiri adalah salah satu Badan Otonom (Banom) NU yang bergerak di bidang pengembangan seni bela diri. NUSA maksudnya “NU dan Bangsa” , yang berarti Pagar NU dan Bangsa. 

Dan sebelumnya, pada tahun 2007 HTI juga telah menyertakan logo Nahdlatul Ulama (NU) di Konferensi Khilafahnya pada tempat yang sama, di GBK. Dengan demikian, HTI kembali kepangkuan NKRI bukanlah hal yang tidak mungkin, signal signal kearah itu telah ia isyaratkan sejak lama, namun banyak kalangan yang tidak menyadari hal ini.

Postingan populer dari blog ini

Mesir Siap Kerja Sama Dengan Pemerintah Suriyah

Terkait konflik Suriah, senada dengan arah kebijakan Rusia, pihak Nasionalis Mesir kini telah mengutarakan kesiapannya untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah. “Cerita lama bersemi kembali” Setelah rilis 22 November 2013, seiring dengan bahwa hubungan antara Mesir dan Rusia belakangan ini dikatakan telah menuju awal yang baru, dimana sekali lagi Kairo dan Moskow memutuskan bahwa hubungan di antara mereka memiliki dampak tak terbantahkan dan akan membangun kembali hubungan Rusia dengan seluruh dunia Arab seperti saat perkembangan yang dihasilkan dari hubungan Mesir-Soviet di era mantan Presiden Gamal Abdel Nasser, - kondisi terkini adalah; http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2013/11/egypt-russia-ties-us-implications.html 15 Januari 2014 Partai Demokratik Mesir Nasserist Party dan gerakan nasionalis lainnya telah mengumumkan kesiapan mereka untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah dalam perang melawan militan dukungan pihak asing. Sumber...

Waspada!, Efek domino perang Suriyah sampai ke Indonesia.

Jakarta   - Polisi berhasil melumpuhkan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2014) . Dari hasil penggerebekan, seorang terduga teroris bernama Dayat alias Daeng tewas saat berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Ia ditembak mati oleh petugas karena berusaha melawan. Sementara 5 orang rekan Dayat tewas di dalam rumah itu. Mereka ditemukan berkumpul dalam ruang tamu yang berlokasi di sisi paling depan. Kini keenam jenazah terduga teroris yang tewas tersebut telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati. Sementara Nurul Haq, salah satu terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan berencana pergi ke Suriah untuk bergabung bersama front jihad pemberontak Suriyah. Hal ini terungkap setelah Kapolri,Jendral Sutarman membeberkan data rencana Nurul Haq pergi ke Suriyah. "Kita dalam pengungkapan dokumen bahwa Nurul Haq akan berjihad ke Suriah," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Jakarta, Kamis (2/1/2014). Menurut Sutarman, ren...

Bid'ah dan muslihatnya..

Bid'ah dengan bermacam definisi, penafsiran dan penjelasannya tidak akan pernah mencapai kata sepakat sampai kiamat. Akan kalian dapati seorang Ulama dalam Madzhab apapun yang dalam kasus baru beliau mengatakan bid'ah, namun dalam kasus baru yang lain menganggapnya sunnah atau makruh, atau mubah. Bid'ah itu jelas jelas ada, Rosulullah sendiri yang menyabdakan, tetapi definisi dan penafsiran tentang itu adalah bid'ah juga, Rosulullah sendiri tidak pernah memberi definisi dan penafsiran bid'ah, Sahabat dan Tabi,in juga tidak. Memperdalam dan suka membincangkan bid'ah akan menjerat kaum Muslimin dalam lubang kegelapan, kaum Muslimin akan tertelan dalam pusaran pertikaian, permusuhan dan bahkan pertumpahan darah. Agaknya alam gelap itulah yang memang dikehendaki oleh Musuh musuh Islam lewat kaum yang disebut "Dajjalun" agar kaum Muslimin tidak sempat memikirkan dan menyusun cara keluar dari panggung penindasan mereka. Bahkan kaum Muslimin tida...