Langsung ke konten utama

Al Nusra Cabang Al Qaeda Irak Pemecah Suriyah

Pemimpin Al-Qaeda memecah Suriah, Irak menggabungkan daerah ....... G_K

Al Qaeda Pemecah Suriyah

Pemimpin Al-Qaeda telah mencoba untuk mengakhiri pertikaian antar kelompok jaringan teror tersebut di Suriah dan Irak dengan tetap memisahkan kedua kelompok setelah merger/penggabungan kedua kelompok tersebut menimbulkan perselisihan diantara para pemimpin kelompok teroris.

Stasiun TV Al-Jazeera yang berbasis di Qatar melaporkan bahwa pemimpin utama Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahri, mendesak para pemimpin cabang Al-Qaeda Irak dan Front Nusra di Suriah untuk mengakhiri perselisihan mereka dan "menghentikan serangan lisan ataupun terbuka terhadap satu sama lain."

Stasiun TV tersebut mengatakan himbauan Zawahri datang dalam surat yang dikirim ke stasiun itu dan diposting di situsnya pada Minggu malam.

Keaslian surat itu tidak dapat diverifikasi/dibuktikan secara independen/bebas. Observatorium/Lembaga pengawasan untuk Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris, yang memiliki jaringan aktivis di Suriah, mengatakan bahwa pihaknya juga mendapatkan salinan surat itu namun tidak memberikan rincian lainnya.

Himbauan Zawahri juga bisa mencerminkan suatu upaya besar dalam peran utama Al-Qaeda yang lebih signifikan di perang sipil Suriah. Front Nusra adalah kekuatan pemberontak yang paling kuat berjuang untuk menggulingkan Presiden Bashar Assad.

Pada bulan April, Al-Qaeda di Irak mengatakan telah bergabung dengan Front Nusra dan bahwa kedua pihak telah membentuk sebuah aliansi baru yang disebut Negara Islam di Irak dan Levant.

Beberapa jam setelah pengumuman tersebut, pemimpin Front Nusra, Abu Mohammad Al-Golani, terlihat menjauhkan diri dari merger/penggabungan dan mengatakan dia tidak dilibatkan. Walaupun begitu, ia berjanji akan setia pada Zawahiri.

Dalam surat di hari Minggu itu, Zawahri menyesalkan kepala Al-Qaeda di Irak, Abu Bakr Al-Baghdadi yang mengatakan pengumum penggabungan tersebut tanpa berkonsultasi dengan pimpinan Al-Qaeda. Dia juga mengingatkan Golani untuk membatasi pemberitaan yang berhubungan dengan merger/penggabungan.

"Negara Islam di Irak dan Levant akan dihapuskan," kata Zawahri seraya menambahkan bahwa Front Nusra akan tetap menjadi cabang Al-Qaeda yang independen/berdiri sendiri.

Baghdadi dan Golani adalah untuk tetap sebagai pemimpin cabang masing-masing untuk satu tahun lagi dan setelah itu pimpinan Al-Qaeda akan memutuskan apakah mereka akan tetap diposisinya atau diganti.
Pada bulan April, Pemerintah Assad dilaporkan telah menggunakan merger/penggabungan ini untuk mendukung tuntutan dari pihaknya yang sebenarnya tidak menghadapi pemberontakan rakyat tetapi plot/cerita para teroris yang didukung pihak asing.

Merger/penggabungan itu juga menimbulkan gesekan diantara para pemberontak di medan perang karena kekuatan pihak Barat yang menyalurkan senjata, memberikan pelatihan dan bantuan kepada kelompok pemberontak sekuler.

Postingan populer dari blog ini

Mesir Siap Kerja Sama Dengan Pemerintah Suriyah

Terkait konflik Suriah, senada dengan arah kebijakan Rusia, pihak Nasionalis Mesir kini telah mengutarakan kesiapannya untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah. “Cerita lama bersemi kembali” Setelah rilis 22 November 2013, seiring dengan bahwa hubungan antara Mesir dan Rusia belakangan ini dikatakan telah menuju awal yang baru, dimana sekali lagi Kairo dan Moskow memutuskan bahwa hubungan di antara mereka memiliki dampak tak terbantahkan dan akan membangun kembali hubungan Rusia dengan seluruh dunia Arab seperti saat perkembangan yang dihasilkan dari hubungan Mesir-Soviet di era mantan Presiden Gamal Abdel Nasser, - kondisi terkini adalah; http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2013/11/egypt-russia-ties-us-implications.html 15 Januari 2014 Partai Demokratik Mesir Nasserist Party dan gerakan nasionalis lainnya telah mengumumkan kesiapan mereka untuk bergabung dengan Pasukan Pemerintah Suriah dalam perang melawan militan dukungan pihak asing. Sumber...

Waspada!, Efek domino perang Suriyah sampai ke Indonesia.

Jakarta   - Polisi berhasil melumpuhkan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2014) . Dari hasil penggerebekan, seorang terduga teroris bernama Dayat alias Daeng tewas saat berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Ia ditembak mati oleh petugas karena berusaha melawan. Sementara 5 orang rekan Dayat tewas di dalam rumah itu. Mereka ditemukan berkumpul dalam ruang tamu yang berlokasi di sisi paling depan. Kini keenam jenazah terduga teroris yang tewas tersebut telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati. Sementara Nurul Haq, salah satu terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan berencana pergi ke Suriah untuk bergabung bersama front jihad pemberontak Suriyah. Hal ini terungkap setelah Kapolri,Jendral Sutarman membeberkan data rencana Nurul Haq pergi ke Suriyah. "Kita dalam pengungkapan dokumen bahwa Nurul Haq akan berjihad ke Suriah," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Jakarta, Kamis (2/1/2014). Menurut Sutarman, ren...

Bid'ah dan muslihatnya..

Bid'ah dengan bermacam definisi, penafsiran dan penjelasannya tidak akan pernah mencapai kata sepakat sampai kiamat. Akan kalian dapati seorang Ulama dalam Madzhab apapun yang dalam kasus baru beliau mengatakan bid'ah, namun dalam kasus baru yang lain menganggapnya sunnah atau makruh, atau mubah. Bid'ah itu jelas jelas ada, Rosulullah sendiri yang menyabdakan, tetapi definisi dan penafsiran tentang itu adalah bid'ah juga, Rosulullah sendiri tidak pernah memberi definisi dan penafsiran bid'ah, Sahabat dan Tabi,in juga tidak. Memperdalam dan suka membincangkan bid'ah akan menjerat kaum Muslimin dalam lubang kegelapan, kaum Muslimin akan tertelan dalam pusaran pertikaian, permusuhan dan bahkan pertumpahan darah. Agaknya alam gelap itulah yang memang dikehendaki oleh Musuh musuh Islam lewat kaum yang disebut "Dajjalun" agar kaum Muslimin tidak sempat memikirkan dan menyusun cara keluar dari panggung penindasan mereka. Bahkan kaum Muslimin tida...